Sejarah Kota Bandar Lampung, Kini Berusia 343 Tahun
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Hari ini, Selasa 17 Juni 2025, Kota Bandar Lampung resmi memasuki usia ke-343 tahun. Ibu Kota Provinsi Lampung ini menyimpan sejarah panjang.
Bermula dari permukiman kecil di tepi laut, melewati era kolonialisme, hingga kini berkembang menuju kota metropolitan yang menjadi pintu gerbang Pulau Sumatra.
Dulu, kota ini dikenal dengan nama Tanjung Karang - Teluk Betung. Kini, Bandar Lampung yang membentang seluas 192,96 kilometer persegi dihuni oleh lebih dari 1 juta jiwa (sensus 2024).
Letaknya yang strategis, sekitar 165 km barat laut Jakarta, menjadikannya simpul penting dalam jalur transportasi darat dan logistik antara Jawa dan Sumatra.
Berikut sekelumit perjalanan sejarah Kota Bandar Lampung dari masa ke masa:
Masa Pendudukan Belanda (1912–1942)
Pada era kolonial Hindia Belanda, wilayah yang kini menjadi Bandar Lampung termasuk dalam Onder Afdeling Telokbetong — sebuah distrik administratif yang dibentuk pada 1912.
Saat itu, Telokbetong berperan sebagai ibu kota Keresidenan Lampung, sementara Tanjung Karang yang terletak sekitar 5 km di utaranya menjadi pusat pemerintahan Onder Afdeling tersebut.
Uniknya, kedua kota ini kala itu berdiri di luar sistem pemerintahan adat Marga Verband dan dipimpin oleh Asisten Demang yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Onder Afdeling.
Masa Pendudukan Jepang (1942–1945)
HUT Bandar Lampung
sejarah Bandar Lampung
sejarah kota
Tanjungkarang
Telukbetung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
