Prodi Kimia UIN RIL Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Perdana oleh LAMSAMA
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Ini peluang yang harus kita manfaatkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FST UIN RIL, Dr. Sovia, menjelaskan bahwa Prodi Kimia masih tergolong baru, dengan usia sekitar satu tahun enam bulan. Awalnya, prodi ini berada di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebelum bergabung ke Fakultas Sains dan Teknologi yang berdiri pada Juli 2025 bersama tiga prodi lainnya.
Ia menyebut, kelahiran FST sejalan dengan tahap ketiga pengembangan UIN RIL menuju internasionalisasi, sehingga mendorong percepatan di berbagai aspek.
“Awal 2025 kami menyusun Renstra Fakultas dengan fokus penguatan kelembagaan. Perumusan visi, misi, tujuan, dan strategi sudah berjalan,” jelasnya.
Selain itu, FST juga telah menyusun SOP pelayanan laboratorium dan menindaklanjuti kerja sama dengan Tomsk State University melalui uji coba biocide. Uji coba tersebut hingga kini masih berlangsung di berbagai media, seperti laut, perban, hingga cat tembok rumah sakit, dengan observasi yang dilakukan secara berkala.
Pada tahun yang sama, FST juga mulai menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di bidang sains dan teknologi.
“Kami optimistis bisa mencapai target yang diinginkan. Kami berharap hasil dari asesor dapat memotivasi seluruh sivitas di Saintek,” ujarnya.
Salah satu asesor, Prof. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si., mengapresiasi perkembangan Prodi Kimia UIN RIL meski usianya masih relatif muda.
“Prodi ini seperti bayi yang baru lahir, masih tumbuh. Tapi dengan dukungan yang luar biasa dari seluruh jajaran, perkembangannya sudah terlihat,” katanya.
Ia juga menilai keputusan membuka Prodi Kimia sebagai langkah yang baik, mengingat program studi ini baru berjalan sekitar dua tahun.
Prodi Kimia
UIN RIL
UIN Raden Intan Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
