Keluarga Besar Itera Tabur Bunga di Halaman Parkir Tempat Nabil Meninggal Dunia
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Agus juga menyampaikan pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas kepergian Nabil.
“Kejadian ini berat, tetapi kami sekeluarga menerima bahwa ini sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT, dan kami berusaha untuk mengikhlaskannya," ujarnya
"Mewakili almarhum, saya juga memohon keikhlasan dan permohonan maaf jika dalam pergaulan dari awal masuk hingga saat ini almarhum memiliki kesalahan,” tambah Agus.
Mewakili mahasiswa, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Itera, Muhammad Dito Ekien Syura, mengaku terpukul atas kepergian almarhum Nabil.
Namun, melalui kegiatan tabur bunga sore itu, Dito bersama teman-teman mahasiswa telah mengikhlaskan kepergian sahabatnya, Nabil.
“Nabil bukan hanya sekadar rekan, tetapi juga sahabat, saudara, dan keluarga bagi kami. Walaupun ia telah meninggalkan kami, tetapi perilaku baik yang ia berikan akan selalu kami ingat. Semoga almarhum Nabil diterima di sisi Allah SWT,” ujar Dito. (*)
ITERA
mahasiswa meninggal
tabur bunga
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
