Penulisan Mushaf Al Qur'an Nusantara, 15 Kaligrafer Terbaik Lampung Turut Berpartisipasi
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Penulisan Mushaf Al-Qur'an Nusantara sebagai upaya pelestarian tradisi Islam dan budaya di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Semarak Ramadan.
Bimas Islam Kementerian Agana RI bekerjasama dengan LPTQ Nasional dan Lembaga Kaligrafi Al Qur’an (LEMKA) menginisiasi penulisan Mushaf Al Qur'an Nusantara bersama 365 Kaligrafer terbaik,15 di antaranya dari Lampung, Rabu (15 Maret 2025)
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Ahmad Zayadi mengungkapkan bahwa Islam di Indonesia tumbuh selaras dengan kekayaan budaya bangsa.
“Posisi agama dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan adalah ekspresi dari keagamaan kita, dan Mushaf Al-Qur'an Nusantara menjadi bukti nyata bahwa Islam di Indonesia berkembang dalam harmoni dengan warisan budaya yang ada,” ujar Ahmad Zayadi.
Mushaf Al-Qur'an Nusantara mengusung konsep iluminasi khas Nusantara, serta penggunaan aksara Arab Jawi dan Arab Pegon.
Dengan demikian, identitas Islam Indonesia semakin diperkuat melalui seni kaligrafi dan tradisi penulisan Al-Qur’an yang terus berkembang.
Ahmad Zayadi menyoroti pentingnya literasi baca tulis Al-Qur'an sebagai bagian dari penguatan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat.
“Program ini memiliki tujuan mulia, yaitu memberdayakan para juara Musabaqah Tilawatil Al-Qur'an serta mendorong peningkatan literasi Al-Qur'an di Indonesia,” jelasnya.
Plt Kakanwil Kemenag Lampung, Erwinto, menyambut baik inisiatif ini dan menilai program tersebut sebagai inspirasi bagi pengembangan seni dan budaya Islam di daerah.
"Lampung antusias mendukung kegiatan ini dengan mengirimkan 15 peserta. Ke depan, kami akan menindaklanjuti program ini dengan mengintegrasikan unsur budaya Lampung dalam seni mushaf," ungkap Erwinto.
Mushaf Al Quran Nusantara
Kemenag Lampung
Kaligrafi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
