Kunker ke Lampung, Menag RI Nazaruddin Umar Tekankan Pesan Moral, Ekoteologi, dan Kurikulum Berbasis Cinta
Fi fita
Bandar lampung
Prof. Nasaruddin menekankan, hanya bahasa agama yang mampu menumbuhkan kesadaran mendalam tentang pentingnya merawat bumi.
“Berdosa kalau menebang pohon tanpa alasan. Berdosa kalau membuang sampah sembarangan. Sebaliknya dapat pahala kalau menyiram bunga dan menyuburkan tanaman,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa dalam perspektif agama, tidak ada benda mati.
Karena itu, manusia harus memperlakukan makhluk hidup dan alam sebagaimana mereka ingin diperlakukan.
“Apa yang tidak kita sukai pada diri kita, jangan kita perlakukan kepada tumbuhan, hewan, bahkan alam semesta,” jelasnya.
Bila filosofi ini dipegang, maka kerukunan umat beragama, toleransi, dan kehidupan yang damai akan tumbuh dengan sendirinya.
Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta ditekankan sebagai cara mengajar agama tanpa menanamkan kebencian kepada pemeluk agama lain.
Menag mengingatkan bahwa pendidikan agama harus menumbuhkan kasih, bukan permusuhan.
“Jangan sampai saat kita mengajar agama, kita justru menumbuhkan kebencian. Itu bertentangan dengan ajaran agama sendiri,” pungkasnya.
Saat kunjungan ke UIN RIL, di Ruang Rektor, Menang juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
