Kunker ke Lampung, Menag RI Nazaruddin Umar Tekankan Pesan Moral, Ekoteologi, dan Kurikulum Berbasis Cinta

Fi fita

Fi fita

Bandar lampung

29 November 2025 20:03 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Menag RI Nazaruddin Umar saat kunjungan ke UIN RIL. Foto istimewa
Rilis ID
Menag RI Nazaruddin Umar saat kunjungan ke UIN RIL. Foto istimewa

RILISID, Bandar lampung — Menteri Agama (Menang) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Jumat (28/11/2025). 

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN( Raden Intan Lampung (RIL) Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., turut mendampingi Menag dalam rangkaian kegiatan pembinaan tersebut, termasuk pelaksanaan Khutbah Jumat pada Tabligh Akbar di Kota Baru, Lampung Selatan.

Sebelum kembali ke Jakarta, Menag RI juga menyempatkan diri mengunjungi Kampus UIN RIL.

Menag RI menyampaikan sejumlah pesan penting kepada ASN Kemenag Provinsi Lampung, mulai dari penguatan sikap ikhlas beramal, peningkatan kualitas syukur dan sabar, hingga ajakan untuk memahami ekoteologi dan menerapkan kurikulum berbasis cinta.

Ia menegaskan seluruh ASN Kemenag perlu mengambil kebijakan secara bijak, terutama karena Lampung adalah daerah multietnik dan multikultural.

Pada pembinaan tersebut, Menag menegaskan bahwa motto Ikhlas Beramal harus dimaknai secara mendalam.

Menag RI mengulas makna ikhlas menurut Al-Qur’an yang memiliki tingkatan. Ada mukhlis yaitu orang yang melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah dan ada mukhlas, tingkat ikhlas yang lebih tinggi. 

“Mukhlas itu tidak lagi menyimpan memori-memori kebaikannya kepada orang lain. Bahkan ketika dipuji, ia justru bersedih, karena pujian itu mestinya hanya untuk Allah,” kata Menag RI.

Prof Nazaruddin mengingatkan, ASN Kemenag harus bisa mencapai level mukhlas, diantaranya yakni mengerjakan kebaikan tanpa berharap balasan dan menjauhi kebiasaan pamer.

Selain ikhlas, is juga menekankan pentingnya kesabaran dan menyebut istilah ash-shabir, mushabir, dan ash-shabur, di mana sabar tertinggi adalah kemampuan menahan ego, tidak mudah bereaksi terhadap kritik, dan tidak menyimpan dendam.

Menampilkan halaman 1 dari 4
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas Islam Negeri lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya