Kadisdikbud Lampung Ingatkan Sekolah Tidak Boleh Paksa Siswa Ikut Study Tour
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico menegaskan tidak boleh ada sekolah yang memaksa siswanya ikut study tour.
Pasalnya kegiatan study tour memerlukan banyak biaya, sehingga harus dipastikan jangan sampai membebani orangtua siswa.
“Siswa yang tidak mau ikut tidak boleh dipaksa untuk ikut study tour. Para siwa harus betul-betul ditanya bersedia atau nggak, ikhlas atau enggak. Tidak boleh dipaksa harus ikut,” kata Thomas Amirico saat menjadi narasumber Rilis TV, Senin (3/3/2025).
Disdikbud Lampung sejauh ini tidak melarang sekolah mengadakan kegiatan study tour atas pertimbangan tertentu. Seperti ada sekolah yang sudah menyerahkan DP untuk transportasi dan akomodasi.
“Seperti ada yang sumbangannya sudah dicicil dari jauh hari. Ada yang sudah lunas pesan hotel, pesan tempat, travel. Sampai hari ini atensi kami masih memperbolehkan study tour, tapi dengan catatan harus direview kembali,” jelasnya.
“Bagi siswa yang betul-betul tidak mampu, yang keberatan, yang merasa terpaksa itu harus diangket. Dipanggil, tanya baik-baik sepakat atau tidak dengan adanya biaya segitu. Sehingga betul-betul yang berangkat itu sudah menyepakati,” tambah Thomas.
Bagi siswa yang merasa keberatan dengan biaya study tour, sekolah tidak boleh memaksa mereka untuk ikut. Maka dari awal harus sudah dihitung berapa siswa yang bersedia ikut untuk disesuaikan biayanya.
Sementara bagi sekolah yang tetap menggelar study tour, mantan Sekwan DPRD Lamsel itu mengingatkan untuk berhati-hati selama kegiatan berlangsung.
“Silakan study tour tapi betul-betul pakai sistem angket, nggak ada paksaan. Kalau memang sudah DP dan sudah nyicil, silakan. Tapi hati-hati, itu kan banyak orang,” tambahnya.
“Kasihan juga kalau dilarang, semua DP yang sudah dibayarkan sekolah mau balikinnya gimana juga, jadi kita juga mesti ada toleransi,” tutupnya. (*)
Disdikbud Lampung
Thomas Amirico
study tour
larangan study tour
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
