Pusbis UIN Raden Intan Lampung Bekerjasama dengan iForte Gelar Workshop Digital Marketing

Fi fita

Fi fita

Bandar lampung

21 Januari 2025 09:30 WIB
Pendidikan | Rilis ID
UIN RIL dan Iforte sukses menggelar whorkshop digital marketing. Foto istimewa
Rilis ID
UIN RIL dan Iforte sukses menggelar whorkshop digital marketing. Foto istimewa

RILISID, Bandar lampung — Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbis) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) bekerja sama dengan iForte sukses menyelenggarakan Workshop Digital Marketing bertema “Inspirasi Diri: Dari Nol Jadi Viral”, Senin (20/1/2025), di Ballroom Raden Intan.

Acara ini dirancang untuk membekali siswa SMA, mahasiswa, maupun masyarakat dengan wawasan dan keterampilan di bidang pemasaran digital, sesuai dengan kebutuhan era modern.

Workshop ini menghadirkan Marco PIM, Head Strategy dari Dentsu Creative, sebagai pemateri. Dalam paparannya, Marco menjelaskan perbedaan antara Organic Virality dan Planned Virality.

Ia menekankan, semua konten viral dimulai dari memilih “kata” yang tepat sebagai inti pesan. Kata tersebut harus mampu diekspansi ke berbagai platform dan format konten. Tantangannya adalah memastikan kata itu tetap relevan dan menarik bagi audiens.

Marco menguraikan empat elemen penting dalam menciptakan konten viral. Pertama adalah Audience, yaitu memahami siapa target audiens, apa minat mereka, dan gaya komunikasi yang sesuai.

Kedua adalah Culture, yang menekankan pentingnya memahami budaya audiens agar konten dapat diterima dengan baik. Ia menyebut bahwa konten yang lucu di satu tempat bisa saja dianggap tidak pantas di tempat lain.

Ketiga, Competition, yang mencakup strategi menghadapi persaingan dengan meniru, memodifikasi, atau menciptakan konten baru dari nol.

Terakhir, Personality, yang menjadi elemen pembeda kreator. Marco menjelaskan bahwa kepribadian yang khas, seperti gaya komunikasi Denny Sumargo atau Deddy Corbuzier, membuat konten mereka mudah diingat.

Selain itu, Marco juga membahas pentingnya observasi dalam proses kreatif. Ia menegaskan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan pendidikan tinggi, tetapi kemampuan untuk memahami kebutuhan audiens dan lingkungan sekitar.

Dalam konteks pemasaran digital, ia mengingatkan bahwa strategi konten harus dirancang sesuai dengan tujuan, apakah untuk meningkatkan kesadaran (awareness), pertimbangan (consideration), atau konversi (conversion).

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

mahasiswa uin ril

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya