Raker UIN RIL 2025, Sekjen Kemenag RI: Kampus Harus Berdampak bagi Masyarakat
Fi fita
Bandar lampung
Dalam konteks ini, ia mendorong PTKIN di Indonesia untuk bercita-cita menjadi salah satu kiblat studi Islam dunia.
“Kita memiliki komunitas akademik yang bisa kita promosikan ke tingkat internasional. Namun, kita perlu mengembangkan kajian keislaman yang dapat diakui secara global,” imbuhnya.
Menurut Prof Kamaruddin, keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari pemeringkatan internasional, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat.
“Janggal rasanya jika ada kampus Islam besar di suatu daerah, tetapi masyarakat di sekitarnya tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik atau masih banyak yang berada dalam kemiskinan,” katanya.
Ia menegaskan, para akademisi harus memastikan perguruan tinggi Islam berkontribusi secara nyata dalam kehidupan sosial.
“Kita memiliki ribuan majelis taklim di Indonesia. Ini adalah modal besar yang menunjukkan bahwa keberagamaan kita berdampak langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Prof Kamaruddin mengajak seluruh pimpinan UIN RIL untuk lebih memikirkan bagaimana kampus dapat menjadi pusat perubahan yang nyata.
“Keberadaan kampus tidak boleh hanya sebatas mengajar dan meneliti. Kampus harus berdaya guna bagi masyarakat sekitar, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial,” tegasnya.
Raker 2025 UIN RIL ini diharapkan dapat merumuskan strategi yang lebih konkret untuk meningkatkan daya saing dan rekognisi internasional, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam kehidupan masyarakat. (*)
Uin ril
universitas islam negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
