Diskusi Akademik Fakultas Syariah UIN RIL Bahas Urgensi Behavior Jurisprudence dalam Peradilan Agama
Fi fita
Bandar lampung
Faktor psikologis, sosiologis, ekonomi, dan perilaku para pihak juga harus menjadi pertimbangan. Pendekatan Behavior Jurisprudence membantu hakim memahami bahwa keputusan yang baik bukan hanya yang sesuai dengan peraturan, tetapi juga yang memperhitungkan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan urgensi pendekatan ini dalam sistem peradilan.
Hakim yang memahami konsep Behavior Jurisprudence dapat mempertimbangkan aspek psikologi dalam membuat keputusan, sehingga putusan yang dihasilkan lebih berdampak positif dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, ungkapnya, pendekatan tersebut bersifat interdisipliner, memadukan kajian sosiologi hukum, antropologi hukum, dan psikologi hukum.
Dengan demikian, hakim dapat merancang mekanisme eksekusi putusan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi sosial masyarakat.
Diskusi ini dihadiri oleh mahasiswa yang tergabung dalam UKMF Moot Court Community (MCC). (*)
Uin ril
univeristas islam negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
