Arinal 'Digoyang' Mosi Tidak Percaya, Begini Jawaban KONI Lampung
Tampan Fernando
Bandar Lampung
"Kami mewakili aspirasi 52 cabor dan 2 KONI kabupaten/kota meminta kepada Ketua Umum KONI Lampung untuk menyelenggarakan musprovlub yang agendanya pergantian ketua umum,” kata Margono.
Usai menerima mosi tidak percaya, pengurus KONI Lampung bertemu dengan pengurus dan ketua cabang olahraga di Rumah Kayu, Bandar Lampung, Senin (17/3/2025).
Dalam acara bukber itu, Ketua Harian KONI Lampung Amalsyah Tarmizi mengatakan tidak ada mekanisme mosi tidak percaya dalam AD/ART KONI. Ia menyebut yang diakui dalam aturan adalah usulan percepatan Musprov.
"Ada sejumlah cabor yang ingin melakukan mosi terhadap ketua, tapi menurut saya tidak ada alasan yang kuat. Jika mau mengajukan mosi, dasarnya harus jelas, sementara sejauh ini tidak ada kesalahan yang dilakukan," ujar Amalsyah.
Sementara Wakil Ketua III KONI Lampung, Yanuar Irawan, juga menyoroti bahwa secara etika, mosi tidak percaya bukanlah langkah yang tepat.
"Secara etika, tidak baik melakukan mosi. Jika memang ada kendala, mari kita duduk bersama dan mencari solusi. Kita ingin olahraga di Lampung tetap maju," tegas Yanuar.
Kadispora Provinsi Lampung, Desca Tama Paksi Moeda, menyatakan apa yang dilakukan sejumlah cabor tidak bisa divalidasi sebagai usulan mosi tidak percaya.
"Yang ada adalah usulan Musprov. Jika memang ada dukungan yang cukup untuk menggelar Musprov, silakan dilaksanakan. Tapi faktanya, usulan tersebut tidak lengkap, karena tidak semua cabor setuju," jelasnya.
Dalam pertemuan itu, sejumlah cabor lainnya menyatakan tetap mendukung Arinal Djunaidi sebagai Ketua KONI Lampung.
Akhirnya, usulan mosi yang diajukan kepada KONI Lampung dikembalikan kepada perwakilan cabor, Khairil Anas Siregar dari Cabor Muaythai oleh Amlasyah Tarmizi.
KONI Lampung
Arinal Djunaidi
Mosi tidak percaya
Amalsyah Tarmizi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
