Waspada! 7 Juta Anak di Indonesia Terkena Obesitas Setiap Tahun
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung
— Kasus penyakit tidak menular terhadap anak-anak di Indonesia semakin meningkat. Terutama kasus obesitas, diabetes dan hipertensi. Bahkan setiap tahun ada jutaan anak yang terkena obesitas lantaran gaya hidup tak sehat yang diterapkan di lingkungan keluarga.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Pusat, dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan setiap tahun ada sekitar 7 juta anak yang obesitas karena pola makan yang salah.
“Dari data World Obesity Atlas tahun 2023, Indonesia itu angka kenaikan obesitas pada anak-anak mencapai 7,9 persen per tahun. Saat ini Indonesia punya 90 juta, sehingga total 7,9 persen itu sekitar 7 juta anak per tahun terkena obesitas. Itu banyak jumlahnya banyak sekali dan didominasi anak laki-laki,” jelas dr Piprim usai mengikuti Simposium Nasional IDAI di Hotel Grand Mercure Lampung, Jumat (23/2/2024).
Menurutnya, obesitas pada anak sering diabaikan orang tua karena dianggap anak gemuk adalah hal ‘lucu’. Padahal obesitas akan menimbulkan berbagai penyakit baru seperti diabetes, hipertensi dan lain-lain.
Bahkan dari data IDAI, 10 sampai 15 tahun setelah terdeteksi obesitas akan muncul penyakit serangan jantung coroner di usai muda. Sehingga saat ini sudah banyak anak terkena hipertensi, remaja terkena diabetes tipe 2 dan banyak penduduk di usia 30-an sudah kena serangan jantung.
“Jadi penyakit yang tadinya diidap orangtua sekarang ini sudah terkena pada remaja dan dewasa muda. Ini kondisi yang sangat mengkhawatirkan,” kata Ketua IDAI pusat.
Penyebab utama dari banyaknya kasus obesitas anak karena gaya hidup, terutama pola makan anak. Yaitu kebiasaan makan terlalu sering, terlalu banyak dengan jenis makanan tinggi gula atau karbohidrat cepat serap.
“Misanya kue-kuean manis dan minuman manis. Ketika itu dikonsumsi terus menerus timbullah resisten insulin yaitu induk dari segala penyakit kadio metabolik. Jadi penyakit-penyakit baru muncul seperti diabetes dan hipertensi,” ujar dr Piprim.
Hal itu diperparah lantaran mudahnya anak-anak di Indonesia membeli berbagai jenis jajanan dengan kadar gula tinggi. Untuk itu, dr Piprim meminta agar seluruh keluarga terutama orang tua anak untuk mengubah gaya hidup dan pola makan anak.
Harus mulai mengurangi makanan minuman yang kadar gulanya tinggi. Serta mulai meningkatkan makanan bergizi kepada anak sehingga mencegah obesitas sekaligus mencegah stunting.
IDAI
anak obesitas
penyakit diabetes
dr piprim basarah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
