Tim PKM UTI Sosialisasikan Wawasan Energi Terbarukan di SMKS Islam Adiluwih Pringsewu
lampung@rilis.id
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Tim pengabdian kepada masyarakat atau PKM Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menyosialisasikan wawasan energi terbarukan di SMKS Islam Adiluwih Pringsewu pada 22 Februari lalu.
Kepala SMKS Islam Adiluwih Pringsewu Abdul Latif, S.Ag. mengucapkan terima kasih kepada Universitas Teknokrat Indonesia yang telah membina sekolahnya, terutama guru dan siswa.
Menurut dia, dengan adanya sekolah binaan berupa pelatihan penerapan energi baru terbarukan, bertujuan untuk menyiapkan penerus bangsa.
"Nantinya para siswa harus siap menghadapi dunia secara global. Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah ada," ujar Abdul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/3/2023).
Tim PKM ini diketuai oleh Novia Utami Putri bersama anggota yakni Qadhli Jafar Adrian, Jaka Persada Sembiring, Elka Pranita, dan Akhmad Jayadi. Mereka adalah dosen Universitas Teknokrat Indonesia.
Dalam kegiatan ini para dosen didampingi mahasiswa program studi Teknik Elektro, di antaranya Nur Faqih Ardiantoro, Wayan Rio Adi Pratama, Firman, Dimas Prayoga, Novriansyah, dan Ramadhani.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman terhadap pentingnya pemanfaatan energi baru dan terbarukan di era saat ini terutama pada kehidupan sehari-hari. khususnya para siswa perlu mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan di bidang elektrikal khusususnya tentang implementasi dari energi baru dan terbarukan.
Oleh karena itu, para siswa SMKS Islam Adiluwih Pringsewu dapat mengimplementasikan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (Panel Surya-Diesel) dalam kehidupan sehari-hari agar tidak bergantung pada listrik dari PLN.
Dosen dan mahasiswa UTI juga telah melaksanakan pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (Panel Surya-Diesel) Hybrid. Para siswa antusias mengikuti pelatihan ini.
"Siswa bisa mengetahui dan membuat sistem pembangkit secara sederhana. Cara kerja dari Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid yaitu sistem kerja dua pembangkit ini menggunakan sistem switching atau bergantian secara otomatis. Panel surya bekerja saat siang hari ketika cuaca cerah lalu mengisi ke baterai dan dialirkan ke beban sedangkan diesel digunakan saat malam hari untuk menghidupkan bebannya sehingga tidak bergantung listrik dari PLN," ungkap Novia Utami.
Tim PKM UTI Sosialisasikan Wawasan Energi Terbarukan di SMKS Islam Adiluwih Pringsewu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
