Tiga Pilar Utama Pariwisata Ini Ikut Terdampak Gempa di Sulteng
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Tim Crisis Center (TCC) melakukan monitoring dan pendataan terkait dampak gempa dan tsunami terhadap ekosistem pariwisata di Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) kemarin.
Dari hasil pemantauan awal, diketahui tiga hal utama terkait pariwisata, yakni atraksi, amenitas dan aksesibilitas atau biasa disebut 3A di Kota Palu dan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah terkena dampak dari gempa dan tsunami tersebut.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar, Guntur Sakti, mengatakan, salah satu atraksi yang terdampak adalah Pantai Talise yang terkena terjangan gelombang tsunami.
"Daya tarik pantai Talise terdampak karena diterjang tsunami, namun untuk atraksi yang berbasis budaya belum terdata dan sedang dalam upaya koordinasi," kata Guntur melalui siaran persnya kepada rilis.id, Minggu (30/9/2018).
Saat gempa terjadi, Kemenpar tengah mendukung pelaksanaan Festival Palu Nomoni yang menjadi salah satu Calendar of Event (CoE) Nasional. Namun saat itu juga diputuskan pelaksanaan Festival Palu Nomoni dibatalkan.
Hal yang sama juga terjadu dengan rangkaian peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) yang berlangsung di Kota Palu sejak 29 September sampai 3 Oktober 2018 mendatang.
"Info panitia HHD dibatalkan, dan atraksi buatan lainnya dalam upaya koordinasi. TCC juga akan terus memperbaharui informasi secara berkala untuk melaporkan perkembangan ekosistem pariwisata," ujar Ketua Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar tersebut.
Untuk aksesibilitas, lanjut Guntur, transportasi udara Bandara Mutiara SIS Al Jufrie Kota Palu ditutup hingga 29 September 2018 pukul 19.20 WITA berdasarkan pengumuman resmi AirNav Indonesia.
Berdasarkan pantauan, dari sepanjang 2.500 meter runway bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, 500 meter retak dan Tower ATC lantai 4 runtuh. Namun kondisi bandara lain di sekitar Kota Palu masih dalam kondisi aman.
"Untuk transportasi laut, Pelabuhan Pantoloan Palu dan Pelabuhan Donggala belum terdata karena jaringan komunikasi terputus, Pelabuhan Ampana dan Luwuk aman. Pelabuhan Ogoamas retak di talud dan terjadi pergeseran dermaga ke sisi kanan sepanjang 3 centimeter," tuturnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
