Sulpakar: SLB Mesuji Kekurangan Guru, Itu Masalah Nasional
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Kabupaten Mesuji membutuhkan lebih banyak tenaga pendidik untuk sekolah luar biasa (SLB) yang berada di Desa Bujungburing, Kecamatan Tanjungraya, Selasa (21/02/2023).
Hal itu disampaikan Pj. Bupati Mesuji, Sulpakar saat mengunjungi SLB Desa Bujung Buring, Kecamatan Tanjungraya yang merupakan satu-satunya sekolah berkebutuhan khusus di Kabupaten Mesuji.
Dalam kunjungan itu pj.bupat disambut para siswa SLB, guru dan para orangtua siswa yang mendampingi anak-anaknya belajar.
Kemudian pj. bupati melihat langsung aktivitas belajar mengajar para siswa berkebutuhan khusus itu dan menyampaikan kekagumannya terhadap keterampilan dan kreativitas anak-anak istimewa tersebut.
Ia sengaja datang untuk memastikan proses belajar mengajar di SLB ini berjalan baik dan memastikan pelayanan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut terjamin.
"Secara fisik mereka memang memiliki kekurangan, tapi secara keterampilan dan kreativitas anak-anak ini memiliki kelebihan dari kita semua," katanya.
Kedatangan Pj. bupati dan rombongan ke sekolah itu merupakan rangkaian kunjungan kerja dan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) Kecamatan Tanjungraya.
Sulpakar menilai jika fasilitas sekolah, sarana dan prasarana di SLB Mesuji sudah cukup baik. Hanya Mesuji kekurangan tenaga pendidik lulusan program luar biasa (PLB).
Namun, kata dia lagi, hal itu bukan masalah Kabupaten Mesuji saja. Tetapi lebih menjadi masalah Nasional.
Karena, jelas Sulpakar yang juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung itu, ketertarikan kader bangsa untuk mau sekolah dengan program PLB sangat minim. Bahkan di Lampung, hanya ada satu perguruna tinggi yakni Universitas Muhamadiyah yang membuka program PLB.
SLB
mesuji
Kemensos
Kemendikbud
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
