Sulpakar: SLB Mesuji Kekurangan Guru, Itu Masalah Nasional
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
Untuk menutupi kekurangan guru PLB, kata Sulpakar, Pemprov melalui program ruang guru mengajar mengangkat 2 (dua) guru, dan melalui jalur Pegawai Pemerintah denga Perjanjian Kerja (PPPK) diangkat 3 (tiga) guru," jelas Sulpakar.
Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong pemerintah pusat untuk terus mendorong perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk membuka program PLB.
"Disini ada 60 anak dengan kekurangan yang ada . Betapa beratnya guru untuk mendidik anak-anak itu menjadi mandiri. Ini perlu keahlian khusus," lanjutnya.
Itu sebabnya, Sulpakar berpesan kepada para tenaga pendidik di SLB Mesuji agar membesarkan rasa kesabarannya dalam mendidik anak-anak istimewa itu.
“Latih mereka (siswa-siswi) agar bisa mandiri dalam melayani diri sendiri dengan mudah dan cepat," imbuhnya.
Terpisah, Amelia Mirantikawati, guru di SLB Bujungburing mengatakan jika di sekolahnya ada 60 anak yang terdaftar di dapodik (daftar pokok pendidikan) Kementerian Pendidikan.
"Yang aktif hanya 35 anak, ada SD SMP SMA. Setiap anak beda-beda programnya meski satu kelas. Kesulitan bagi kami adalah membuat program karena masing-masing anak berbeda kebutuhannya," tuturnya.
Ditambahkan Kepala SLB Mesuji, Widdy Guntur Bawono, agar kedepan jumlah tenaga pendidik untuk SLB di Mesuji dapat ditambah. Kemudian akses jalan dari dan menuju sekolah dapat diperbaiki, karena kondisinya rusak.
Agar kedepan jika jalan sudah bagus, kata Widdy masyarakat terlebih orang tua siswa SLB mudah untuk melintas di jalan tersebut.
Terakhir, Widdy mengatakan ada salah satu anak didiknya yang akan mengikuti kejuaraan cabang tenis meja tingkat nasional.
SLB
mesuji
Kemensos
Kemendikbud
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
