Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana Gelar Webinar Internasional, Bahas Kontribusi Digitalisasi Industri Keuangan
Fi fita
Bandar lampung
Narasumber kedua dari Jepang, yakni Tetsu Konishi PhD Associate Professor, Fukuoka Women’s University, Japan.
Dalam sesi ini ia memaparkan mengenai Digitalization and State Capitalism in Indonesia. Diantaranya membahas State and capitalism in pandemic era, Digitalization and a state CBDC (Central Bank Digital Currency) for the economy, State capitalism in Indonesia, Proyek Garuda and Indonesia State’s CDBC, serta Remark CBDC in the State Capitalism.
Tetsu menjelaskan, CBCD merupakan uang yang dapat diterbitkan oleh bank sentral suatu negara, disebut digital (atau elektronik) karena bukan uang fisik seperti uang kertas dan koin. Itu dalam bentuk jumlah di komputer atau perangkat serupa.
Kemudian Tetsu menunjukkan movement in monitoring policy termasuk digital currency.
Sudah banyak negara yang considering CBDC, ujarnya, namun memang butuh waktu yang lama untuk mengimplementasikan digital currency di seluruh dunia.
Ia menegaskan bahwa CBDC menawarkan manfaat potensial untuk inklusi keuangan namun terdapat concern yang perlu diperhatikan.
“Pemerintah dan bank sentral harus transparan dan jujur tentang potensi keuntungan dan risiko mata uang digital untuk membangun kepercayaan publik terhadap CBDC,” ujarnya.
Adapun potensi manfaatnya yakni mempromosikan inklusi keuangan, platform untuk menciptakan produk dan layanan keuangan dan memantau transaksi lintas batas. Namun juga memperhatikan hal ini, katanya, yaitu pengaruh struktur pasar sektor keuangan, keamanan, stabilitas, dan transparansi.
Tetsu juga menerangkan transformasi state capitalism di Indonesia sejak orde baru, masa pandemi, post pandemi hingga sekarang.(*)
Uin
mahasiwa uin
universitas islam negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
