Miris! Ada Bangunan SDN di Lampura dari Geribik dan Sering Kemasukan Ular
M. Riski Andresa
Lampung utara
RILISID, Lampung utara — Sungguh miris, ada bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Provinsi Lampung kondisinya yang cukup memprihatinkan.
Seperti di SDN 2 Sidorahayu, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung utara (Lampura). Sejak 13 tahun terakhir, sekolah hanya memiliki lima ruang kelas, dua di antaranya jauh dari kata layak.
Terlihat satu ruang kelas berdinding geribik bambu dan hampir roboh dan jebol. Selain itu, ruangan belajar sangat tidak layak untuk digunakan sebagai sarana kegiatan belajar dan mengajar (KBM) seperti sekolah pada umumnya.
Sedangkan satu kelas lainya, memakai gedung perpustakaan, dengan menggunakan meja kecil tanpa ada tempat duduknya.
Esti salah satu guru di sekolah tersebut mengatakan, ruang kelas berdinding geribik ini di bangun sejak tahun 2010 dengan bantuan swadaya masyarakat. Karena mereka kekurangan ruang kelas.
"Sebelum digunakan untuk ruang kelas. Tempat ini tadinya dipakai tempat penitipan sepeda," ujar Esti, Kamis (10/8/2023).
Esti juga mengeluhkan, ketika hujan datang. Mereka harus menghentikan KBM karena air hujan masuk ke dalam kelas.
"Selain bocor, terkadang ada ular yang masuk ke dalam kelas. Makanya kami merasa was-was, " imbuhnya.
Melihat kondisi tersebut, para dewan guru mengharapkan kepada Pemerintah Daerah agar segera membangun ruangan kelas yang layak. Sehingga KBM bisa lebih efektif dan nyaman bagi semuanya.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Lampura Opi riyansah mengaku, untuk ruang kelas berdiding geribik ini di bangun sejak tahun 2010 yang lalu.
Sekolah geribik
SDN 2 Sidorahayu
sering ular masuk
lampung utara
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
