Langka! Guru dan Murid SDIT Pelitaku Sama-sama Raih Perak Kejurnas Taekwondo
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Ia mencontohkan berkat prestasinya di taekwondo, dirinya dulu berhasil diterima di Universitas Lampung lewat jalur undangan.
Bicara soal pengalaman yang berkesan, Afif teringat saat hendak ikut kejuaraan di Ponorogo, Jawa Timur.
"Kaki saya sempat tertusuk besi fondasi saat latihan di Pahoman. Alhamdulillah saya dapat medali emas," ungkapnya.
Ia menjelaskan, taekwondo merupakan salah satu olahraga yang memiliki banyak tingkatan. Sehingga, butuh komitmen besar dalam melakukan latihan.
“Jadi, untuk adik-adik yang ingin latihan taekwondo, kuncinya tekun. Taekwondo juga bisa membuat kita belajar disiplin, etika, dan terpenting berprestasi," urainya.
Sementara, Zahwa mengungkapkan dirinya menggemari taekwondo karena ingin memiliki kemampuan bela diri.
Saking seriusnya, ia mati-matian belajar split. Meski untuk itu, pada awalnya Zahwa harus menahan rasa sakit agar bisa.
Soal kejuaraan nasional ini juga tentu menjadi pengalaman mengesankan bagi Zahwa yang masih belia.
Walau belum berhasil meraih medali emas, baginya even ini menjadi momentum yang membuat dirinya makin semangat berlatih.
SDIT Pelitaku
taekwondo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
