Jadi Lokus Pencegahan Stunting, Nanda Utamakan Pendekatan Edukatif-Sistemik

Darmansyah Kiki

Darmansyah Kiki

Pesawaran

15 Agustus 2023 17:25 WIB
Kesehatan | Rilis ID
Ketua TPPS Pesawaran Nanda Indira Dendi saat sosialisasi stunting. Foto: Istimewa
Rilis ID
Ketua TPPS Pesawaran Nanda Indira Dendi saat sosialisasi stunting. Foto: Istimewa

RILISID, Pesawaran — Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pesawaran Nanda Indira Dendi mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam penanganan stunting di daerah tersebut.

Nanda menegaskan bahwa TPPS telah melakukan berbagai macam upaya untuk mempercepat penurunan angka stunting di Pesawaran. Mulai dari kecamatan hingga desa.

“TPPS Pesawaran saat ini telah membentuk tim audit kasus stunting yang bertanggung jawab melaksanakan audit kasus stunting dan rencana tindak lanjutnya,” katanya saat acara sosialisasi percepatan penurunan stunting yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di GSG Desa Banjarnegeri, Kecamatan Waylima, Selasa (15/8/2023).

Menurut Nanda, percepatan penurunan stunting tidak akan pernah tercapai jika seluruh elemen masyarakat tak mau berperan aktif.

"Ke depan, TPPS Pesawaran akan mengutamakan berbagai pendekatan edukatif, komprehensif, dan sistemik," ujar istri Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona itu.

Sementara itu, Bupati Pesawaran melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Sunyoto mengucapkan terima kasih kepada Kemenko PMK atas dipilihnya Pesawaran sebagai lokus pencegahan stunting.

"Pak Bupati berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk bersama-sama mencegah dan menurunkan stunting dalam meningkatkan SDM yang berkualitas di Pesawaran," ucap Sunyoto.

Dia menambahkan persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional, di mana Pesawaran menjadi salah satu kabupaten prioritas lokus stunting sejak tahun 2020.

“Sesuai dengan strategi nasional telah ditetapkan 5 pilar pencegahan stunting. Pertama; komitmen dan visi kepemimpinan. Kedua; kampanye nasional dan komunikasi perubahan prilaku. Ketiga; konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat, daerah dan desa. Keempat; ketahanan pangan dan gizi. Kelima; pemantauan dan evaluasi,” katanya.

Dalam rangka mempercepat penurunan stunting secara konvergensi dan terintegrasi, ujar Sunyoto, diperlukan intervensi dari multisektor untuk pencapaian target nasional 14 persen pada tahun 2024.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Lokus Pencegahan Stunting

Nanda

Pendekatan Edukatif

Sistemik

Nanda Indira

Pesawaran

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya