Direktur Diktis Kemenag Harapkan Rancangan Kerja Programatik dalam Raker UIN RIL 2024

Fi fita

Fi fita

Bandar lampung

23 Februari 2024 10:50 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof Dr H Ahmad Zainul Hamdi MAg. Foto istimewa
Rilis ID
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof Dr H Ahmad Zainul Hamdi MAg. Foto istimewa

RILISID, Bandar lampung — Hari pertama pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), hadir beberapa narasumber diantaranya Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof Dr H Ahmad Zainul Hamdi MAg.

Rancangan Kerja Programatik, menjadi harapan besar atas target-target tahunan UIN RIL dalam menapaki milestone pencapaian visi. 

Selasa (20/2/2024) malam, bertempat di Masjid Safinatul Ulum area kampus setempat, Prof Inung panggilan akrabnya, memberikan materi tentang Arah Kebijakan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

Paparkan grand desain Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), meliputi pengembangan kelembagaan, akreditasi unggul, kategori sepuluh besar Perguruan Tinggi Nasional.

Selain itu, bagaimana Perguruan Tinggi mampu menjawab tantangan dan daya saing nasional dan global.

Prof Inung mengajak peserta Raker 2024 yang terdiri dari pimpinan kampus UIN RIL untuk bekerja maksimal dan melaporkan capaian dan target tahunannya kepada Rektor. 

“Bapak Ibu semua silahkan laporkan target tahunan kepada Rektor, karena Rektor PTKIN akan saya evaluasi capaian dan target tahunnya pada Raker Diktis yang akan dilaksanakan bulan Maret yang akan datang,” kata Inung. 

Target tahunan PTKIN, lanjut Prof Inung, harus inline dengan target tahunan Diktis juga inline dengan target tahunan Pendis, dan itulah yang dikehendaki oleh Gus Men.

Rebranding PTKIN juga disebut oleh Direktur Diktis dengan modal capaian 2023. Direktorat Diktis akan menyelesaikan Naskah Akademik Rebranding PTKIN pada semester pertama 2024.

Kembali disebut oleh Prof Inung, bahwa bukan karena sarana prasarana PTKIN tidak bagus, dan sumber daya manusia tidak memadai, tapi ini lebih pada soal image, maka PTKIN belum menjadi pilihan siswa.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

mahasiswa uin ril

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya