Aptisi Lampung Upayakan Mahasiswa Universitas Megou Pak Bisa Lanjut Kuliah di Kampus Lain
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung
— Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Lampung berjanji akan mengupayakan agar mahasiswa Universitas Megou Pak Tulang Bawang bisa lanjut kuliah di kampus lain.
Hal itu disampaikan Ketua Aptisi Lampung, Firmansyah Y Alfian menanggapi dicabutnya izin operasional Universitas Megou Pak Tulang Bawang oleh Kemendikbudristek sejak 1 Februari lalu.
Firmansyah mengatakan Aptisi Lampung akan menggelar pertemuan secara internal dan mengundang pihak Rektorat Universitas Megou Pak Tulang Bawang untuk membahas kelanjutan nasib para dosen dan mahasiswa di kampus tersebut.
Menurutnya perlu dicarikan solusi agar para mahasiswa jangan sampai ‘putus sekolah’ lantaran kampusnya ditutup.
“Kita berharap mahasiswa Megou Pak jangan sampai tidak bisa melanjutkan pendidikannya di kampus lain. karena pasti mereka akan pindah ke kampus-kampus yang ada di Lampung juga, jadi ini perlu kita carikan solusi terbaik,” kata Firmansyah kepada Rilis.id, Kamis (29/2/2024).
Selain itu, perlu juga ada solusi bagi para dosen dan karyawan Universitas Megou Pak Tulang Bawang agar bisa melanjutkan pekerjaan di tempat lain. Jangan sampai pencabutan izin kampus itu menimbulkan banyak pengangguran.
“Yang penting ke depan bagaimana para karyawan di sana seperti dosen dan tenaga kependidikan bisa mendapatkan tempat pengabdian yang baru,” ujarnya.
Mantan Rektor IIB Darmajaya ini mengatakan dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan pihak Universitas Megou Pak untuk menggelar pertemuan bersama.
“Saya akan coba komunikasi dengan Pak Rektornya dan cari waktu yang tepat. Aptisi Lampung akan berupaya mencarikan solusi terbaik untuk dosen dan mahasiswa,” tandasnya.
Untuk diketahui, Universitas Megou Pak Tulang Bawang berdiri sejak tahun 2016 di Jalan Lintas Timur Sumatera No 1 Tiuh Tohou Kecamatan Menggala Tulang Bawang.
Aptisi Lampung
Firmansyah Y Alfian
Universitas Megow Pak Tulang Bawang
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
