Tutupi Sumber Dana, LeSLA Tuding Lembaga Survei Punya Kepentingan

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

22 Juni 2018 11:52 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILSLAMPUNG.ID/Sulis Wanto
Rilis ID
ILUSTRASI: RILSLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILISID, Bandarlampung — Sejak Februari hingga Juni 2018, Lembaga Survei Lampung (LeSLA) melakukan survei elektabilitas cagub dan cawagub pada Pilkada Lampung 27 Juni 2018. Selama 4 bulan melakukan survei itu, tentu tak sedikit dana yang dikeluarkan.

Direktur LeSLA, Ahmad Yulden Erwin mengatakan, dana untuk melakukan survei ini memang  besar. Dan lembaganya dibayar besar.

"Saya dibayar cukup besar, karena sejak 2008 saya jadi surveyor,” jelasnya dalam konferensi pers di Hotel Horison Bandarlampung,  Jumat (22/6/2018). (baca: LeSLA Merilis Survei Elektabilitas Cagub-Cawagub Lampung).

Namun, saat ditanya siapa atau pihak mana yang menjadi sponsor, Yulden enggan menyebutkannya.  Ia menutupi sumber pendanaan survei itu.

“Intinya besar (dananya, Red). Tapi tidak bisa disebutkan namanya karena saya dilarang. Saya yakin gak ada lembaga survei tidak berkepentingan. Pokoknya ada 3 kemungkinan ini sponsornya, bisa partai politik, bisa investor atau perusahaan swasta yang mendukung calon, atau calon," tegasnya. (*)

 

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya