Tutupi Sumber Dana, LeSLA Tuding Lembaga Survei Punya Kepentingan
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sejak Februari hingga Juni 2018, Lembaga Survei Lampung (LeSLA) melakukan survei elektabilitas cagub dan cawagub pada Pilkada Lampung 27 Juni 2018. Selama 4 bulan melakukan survei itu, tentu tak sedikit dana yang dikeluarkan.
Direktur LeSLA, Ahmad Yulden Erwin mengatakan, dana untuk melakukan survei ini memang besar. Dan lembaganya dibayar besar.
"Saya dibayar cukup besar, karena sejak 2008 saya jadi surveyor,” jelasnya dalam konferensi pers di Hotel Horison Bandarlampung, Jumat (22/6/2018). (baca: LeSLA Merilis Survei Elektabilitas Cagub-Cawagub Lampung).
Namun, saat ditanya siapa atau pihak mana yang menjadi sponsor, Yulden enggan menyebutkannya. Ia menutupi sumber pendanaan survei itu.
“Intinya besar (dananya, Red). Tapi tidak bisa disebutkan namanya karena saya dilarang. Saya yakin gak ada lembaga survei tidak berkepentingan. Pokoknya ada 3 kemungkinan ini sponsornya, bisa partai politik, bisa investor atau perusahaan swasta yang mendukung calon, atau calon," tegasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
