Tantang Jokowi Debat Bahasa Inggris, Ruhut Tuding Lawan 'Kalap'
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Juru Bicara Timses Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul menuding, usulan debat capres menggunakan bahasa Inggris lantaran kubu lawan tengah kalap. Menurutnya, usulan itu juga menunjukkan adanya kepanikan kubu Prabowo-Sandi.
"Mereka makin kalap. Debat Capres memakai Bahasa Inggris menunjukkan Fadli Zon dan pendukung Prabowo makin kalap,” ujar Ruhut di Jakarta, Sabtu (15/9/2018).
Ruhut menilai debat Capres lebih baik menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
"Masa debat pakai bahasa Inggris, emangganya mau jadi pimpinan Persarikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” pungkasnya.
Sebelumnya Koalisi partai politik pengusung pasangan bakal capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan agar debat diselingi bahasa Inggris.
"Boleh juga kali ya (debat menggunakan bahasa Inggris). Ya makanya hal-hal rinci seperti itu perlu didiskusikan," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta, Kamis (13/9).
Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan bahwa Prabowo Subianto-Sandiaga Uno siap berdebat menggunakan bahasa Inggris melawan Joko Widodo-Ma'ruf Amin jika KPU menerapkan konsep tersebut dalam salah satu tahapan debat kandidat. Fadli tidak meragukan kemampuan Prabowo dan Sandi dalam berbahasa Inggris.
"Oh kalau itu sih sudah pasti siap. Tapi kan belum tentu disepakati oleh kandidat lain," ujar Fadli di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis malam (13/9).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
