Tahun Politik, AJI Kampanye Lawan Disinformasi

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

5 September 2023 14:01 WIB
Politika | Rilis ID
Suasana diskusi terpumpun di Hotel Whiz Prime, Bandarlampung, Sabtu (2/9/2023). Foto: Humas AJI
Rilis ID
Suasana diskusi terpumpun di Hotel Whiz Prime, Bandarlampung, Sabtu (2/9/2023). Foto: Humas AJI

RILISID, Bandarlampung — Jelang tahun politik 2024 informasi digital berkembang pesat. Disinformasi telah menjadi ancaman yang semakin mengkhawatirkan bagi masyarakat modern.

Penyebaran informasi palsu atau salah secara sengaja melalui media sosial dan platform digital lainnya telah menyebabkan dampak yang merusak, baik pada tingkat individu maupun masyarakat secara keseluruhan. 

Berangkat dari hal itu, atas dukungan Google News Initiative, AJI Bandarlampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kolaborasi Melawan Disinformasi”  Sabtu, 2 September 2023.

Diskusi terpumpun itu diikuti oleh jurnalis, aktivis, akademisi, mahasiswa, dan sejumlah organisasi keagamaan, serta NGO.

Ketua AJI Bandarlampung Dian Wahyu Kusuma menuturkan, disinformasi tidak hanya mengancam demokrasi dan keamanan, tetapi juga dapat merusak reputasi organisasi, menyebabkan ketidakpercayaan pada lembaga publik, dan mengganggu proses pengambilan keputusan. 

“Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat modern ini, kolaborasi lintas sektor dan usaha bersama dari pemerintah, sektor swasta, lembaga media, dan masyarakat sipil menjadi krusial dalam melawan disinformasi dan memastikan kebenaran informasi yang lebih terjamin,” kata Dian Wahyu.

Selain itu Dian menilai, persebaran disinformasi yang masif dan cepat melalui internet telah mengubah paradigma penyampaian informasi dan komunikasi di masyarakat.

Tren ini menciptakan ekosistem informasi yang kompleks, di mana informasi yang salah atau menyesatkan seringkali dapat dengan mudah menyebar. Disinformasi dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti berita palsu, rumor, propaganda, dan manipulasi citra. 

Sekretaris Jenderal AJI Indonesia, Ika Ningtyas yang hadir sebagai pemantik diskusi bilang, pada tahun politik geliat informasi palsu cukup masif menyebar di sosial media. Terutama platform Facebook dan Tik Tok.

Beberapa tren narasi berbahaya yang kerap muncul di antaranya disinformasi isu identitas seperti agama, ras, etnis, dan orientasi seksual.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Ade
Tag :

AJI

AJI Bandarlampung

Kebebasan Pers

tahun politik

disinformasi

hoax

hoaks

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya