Relawan Jokowi Diminta Fokus 'Menggarap' Daerah Berpenduduk Padat

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

3 Oktober 2018 15:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq. FOTO: RILIS.ID/AM Ikhbal
Rilis ID
Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq. FOTO: RILIS.ID/AM Ikhbal

RILISID, Jakarta — Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq, meminta agar relawan Jokowi fokus dalam menggarap daerah berpenduduk padat, namun terjadi persaingan suara di sana.

"Fokus pada battle ground saja," kata Maman dalam acara penggalangan donasi dan deklarasi dukungan Komunitas Anak Republik di kawasan Menteng Jakarta Pusat pada Rabu (3/9/2018).

Menurut dia, tak menjadi masalah kalau misal Jokowi-Ma'ruf kalah di satu daerah tertentu yang jumlah penduduknya sedikit. Tapi, gantinya bisa menang di daerah padat.

"Tidak apa-apa kalah di daerah Sumatera bagian mana, tapi di Bogor bisa menang," ujar dia.

Ia juga meminta para relawan agar tak menghabiskan energi untuk merespons berbagai isu-isu hoaks atau ujaran kebencian sekarang-sekarang ini. Karena, masa kampanye masih panjang.

"Ini permainan yang tidak penting. Republik ini butuh solusi untuk maju dan lepas landas. Mau sampai kapan kita sibuk meladeni hoaks," kata Maman.

Maman juga menyinggung dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet yang diisukan hoaks. Ia menyebut, Ratna adalah seorang aktivis sekaligus pemain teater. Wajar kalau kali ini dia mulai mencoba berdrama.

Galang Donasi
Komunitas Anak Republik melakukan aksi penggalangan dana untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah.

Ketua Koordinator Nasional Anak Republik, Yahya Abdul Habib, mengatakan ini bagian dari komitmen komunitas Anak Republik yang turut berduka atas musibah gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi pada Jumat, 28 September lalu.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya