Pride: Program Karolin-Gidot Mampu Entaskan Kemiskinan

Default Avatar

Anonymous

Pontianak

23 Juni 2018 05:04 WIB
Elektoral | Rilis ID
FOTO: Dokumen Tim Sukses
Rilis ID
FOTO: Dokumen Tim Sukses

RILISID, Pontianak — Calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot, dinilai sebagai pasangan yang mampu menjalankan pemerintahan daerah yang bersih, transparan dan bebas dari korupsi.

Penilaian ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Pusat Riset Demokrasi (Pride) terhadap 1.200 responden di 100 kelurahan/desa di 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar pada 5 hingga 10 Juni lalu.

"Terkait menjalankan pemerintahan daerah yang bersih, transparan dan bebas dari korupsi, pasangan calon Karolin-Gidot memperoleh angka tertinggi sebesar 48 persen, diikuti pasangan calon Sutarmidji-Norsan sebesar 43 persen dan Milton-Boyman sebesar 9 persen," ungkap Henry Robert, peneliti Pride, ketika memaparkan hasil survei kandidat Pilkada Kalbar 2018 di Pontianak, Jumat (22/6/2018).

Tidak hanya mampu menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan dan bebas dari korupsi. Apabila nantinya dipercaya memimpi Kalbar lima tahun ke depan, dari hasil survei itu juga, program yang ditawarkan Karolin-Gidot dinilai berorientasi pada pengentasan kemiskinan.

Henry mengatakan, dari 1.200 responden, program kerja Karolin-Gidot paling diyakini bisa menurunkan angka kemiskinan di Kalbar.

Tingkat kecenderungannya sebesar 48,42 persen.

"Untuk program pengentasan kemiskinan, responden menilai pasangan Karolin-Gidot lebih mampu, yaitu sebesar 48,42 persen dan diikuti paslon Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 40,08 persen dan diikuti oleh pasangan Milton-Boyman sebesar 11,50 persen," katanya.

Dalam melakukan survei, Pride menggunakan metode multistage random sampling dengan pengambilan sampel dilakukan secara proporsional.

"Sedangkan margin of error (MoE) adalah 2,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," ujar Henry.

Cara pengambilan responden, lanjut Henry, dilakukan secara acak dimulai dengan menentukan kecamatan, kelurahan/desa secara acak, kemudian menentukan RT secara acak dan akhirnya menentukan keluarga responden.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya