Prabowo Tak Akan Kunjungi Palu, PDIP: Itu Pilihan, Harus Kita Hormati 

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

2 Oktober 2018 12:00 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Hukum dan Advokasi Gerindra, Jakarta, Kamis (5/4/2018). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Hukum dan Advokasi Gerindra, Jakarta, Kamis (5/4/2018). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Calon presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak mengunjungi korban gempa bumi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah karena khawatir bisa merepotkan masyarakat setempat. 

Menanggapi itu, politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, mengaku tetap menghormati pilihan mantan Danjen Kopassus tersebut. 

"Itu pilihan, dan pertimbangannya masuk akal. Kita hormati pilihan tersebut," katanya kepada rilis.id, Selasa (2/10/2018). 

Eva menjelaskan, pilihan Prabowo untuk tidak mengunjungi korban gempa dan tsunami di Donggala maupun Palu itu adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, memang tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pihak-pihak di luar negara. 

"Melihat magnitude bencana menang luar biasa berupa gempa dan tsunami. Jadi tidak banyak pilihan bagi non-negara," ujarnya. 

Meski begitu, lanjut Eva, dirinya berharap Prabowo tetap membantu Presiden Joko Widodo meskipun memilih tak datang ke Palu dan Donggala. Salah satunya, dengan mendukung langkah-langkah Jokowi dalam menanggulangi bencana alam tersebut. 

"Kita harap Pak Prabowo mendukung penuh upaya Pak Jokowi yang sedang kerja keras mengatasi keadaan. Bencana membutuhkan persatuan, demi rakyat Palu. Politik persatuan dibutuhkan saat ini," ungkapnya. 

Terkait dengan permintaan sejumlah pihak yang ingin gempa dan tsunami di Palu-Donggala itu ditetapkan sebagai bencana nasional, Eva menilai hal itu tak perlu diperdebatkan. 

Pasalnya, menurut dia, saat ini pun sudah banyak negara-negara luar yang ingin membantu Indonesia dalam mengatasi bencana tersebut. 

"Esensinya sudah demikian, yaitu mengundang bantuan-bantuan luar negeri. Alhamdulillah bantuan dari negara-negara sahabat sudah masuk termasuk dari Vatikan. Fokus ke kebutuhan praktis, tinggalkan politisasi. Utamakan membantu Korban," tandasnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya