Perludem Nilai Calon Tunggal Bikin Masyarakat Makin Apatis dengan Pilkada

Sukma Alam

Sukma Alam

18 Januari 2018 10:10 WIB
Elektoral | Rilis ID
Direktur eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Direktur eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, — RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini mengatakan, banyaknya masyarakat enggan mengikuti pilkada karena tidak ada calon alternatif. Apalagi di daerah tersebut hanya ada calon tunggul yang ikut berlaga dalam kontestasi demokrasi.

Menurutnya, kurangnya minat masyarakat untuk memberikan suaranya disebabkan karena banyak yang pesimis sudah pasti akan memenangi pilkada.

"Selama ini, dari hasil kami turun lapangan, mereka jadi enggan menggunakan hak pilih karena tidak tersedia banyak alternatif. Padahal belum tentu. Memang kita tidak punya alternatif calon, tapi kita masih bisa membuat perbedaan" ujar Titi di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Menurut Titi, sikap masyarakat terkait calon tunggal ini, sebenarnya karena mereka belum paham adanya kotak kosong atau kolom kosong yang dapat dicoblos dan merupakan suara sah mereka.

"Jadi meskipun calon tunggal, bukan berarti tidak ada kompetisi di pilkada. Tetap ada kompetisi, yakni melawan kotak kosong. Calon tunggal tidak otomatis menang," ujar Titi.

Titi berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui fungsi kolom kosong dalam surat suara, sehingga angka partisipasi pilkada di daerah tinggi.

"Jangan kemudian hak pilih kita hilang, karena tidak mau datang, hanya karena calonnya tunggal," tambah Titi.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya