Pengamat: Ulama Jadi Bahan Propaganda Jokowi dan Prabowo

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

18 September 2018 15:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Peneliti dari Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman, mengatakan, kedua bakal calon presiden, Joko Widodo maupun Prabowo Subianto sama-sama menjadikan ulama sebagai bahan propaganda di Pemilihan Presiden 2019. 

Pasalnya, kata Taufik, kedua capres tersebut saling klaim paling banyak mendapatkan dukungan dari para ulama. 

Menurutnya, klaim tersebut merupakan jenis propaganda bandwagon

"Propaganda yang menggunakan klaim seolah-olah didukung oleh semua ulama, padahal tidak," katanya kepada rilis.id, di Jakarta, Selasa (18/9/2018). 

Ia mencontohkan, Jokowi, menggunakan cawapresnya, Ma'ruf Amin untuk mengukuhkan otoritas dukungan dari ulama. 

Sementara Prabowo, memanfaatkan Ijtimak Ulama untuk merebut massa dari kelompok Islam. 

Meski begitu, klaim dukungan dari ulama tidak bisa menjadi jaminan lantaran perbedaan pandangan di antara mereka. 

"Ulama dalam Islam berbeda mazhab, tidak pernah satu suara. Begitu juga di Indonesia," ujarnya. 

Dia menjelaskan, ulama di Indonesia tergabung dalam berbagai macam organisasi masyarakat. Dengan begitu, klaim dukungan dari ulama harus jelas merujuk dari sejumlah kelompok tersebut. 

"Menggunakan istilah ulama tanpa menyebutkan dari kelompok mana secara spesifik, membingungkan masyarakat awam," jelas dia. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya