Pengamat: Jokowi dan Prabowo Harus Berhati-hati dengan Suara Arus Bawah
Budi Prasetyo
Surabaya
RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Surokim Abdussalam meminta agar kedua Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) tidak mengandalkan tim sukses dalam merebut suara. Mereka harus memperhatikan suara arus bawah yang bisa menjadi faktor penentu kemenangan.
"Saya tetap meyakini timses itu hanya baling-baling saja. Kerangka pesawat tetap paslon mas jika dilihat memang baling-baling Jokowi jauh lebih gemerlap, tapi di era pemilihan langsung dan politik indonesia yang tidak ekpresif kadang kadang fenomena gunung es silent voters itu majority," katanya pada Senin (24/9/2019).
Menurutnya, beberapa isu yang beredar di grass root harus menjadi perhatian. Pasalnya, kalau tidak diperhatikan, akan menjadi bumerang bagi kubu Joko Widodo selalu incumbent.
"Jadi menurut saya tetap kompetitif, jangan lupa ada faktor x penentu juga yang kadang tidak selalu memihak incumbent, seperti naik turunnya nilai tukar Rupiah dan juga iklim investasi sering menjadi pematik kepanikan yang bisa juga mengerus kepercayaan publik. jadi menurut saya masih kompetitif," tambahnya.
Surokim menambahkan, faktor yang juga menentukan dalam Pilpres 2019 adalah isu sosok figur yang terzalimi. Bisa jadi kondisi itu akan menaikkan simpati dari pemilih.
"Pemilih indonesia dalam taraf tertentu kadang juga melow, yang teraniaya dan mendapat perlakuan tidak adil biasanya malah didukung silet voter majority tadi, kanya tetap harus hati hati membaca perilaku pemilih indonesia karena suara pemilih arus bawah itu tidak selalu ekspresif dan high contexct," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
