Pengamat: Dukungan Gusdurian Tingkatkan Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

27 September 2018 09:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
Logo Gusdurian. FOTO: Wikipedia
Rilis ID
Logo Gusdurian. FOTO: Wikipedia

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, menilai dukungan Yenny Wahid dan Gusdurian akan meningkatkan elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019.

Menurutnya, Yenny dianggap akan menyatukan Nahdhatul Ulama dari sisi struktural dan kultural untuk mendukung Jokowi.

"Karena selama ini Mbak Yenny termasuk dalam barisan NU kultural dan termasuk influencer anak muda NU. Posisi dukungan Mbak Yenny amat strategis jika dikaitkan dengan ceruk suara pendukung Jokowi yang lebih terkesan NU struktural. Apalagi, dukungan ini juga bermakna bahwa pengaruh Jokowi terhadap Bu Nuriyah lebih kuat dibandingkan Pak Prabowo," katanya di Surabaya, Kamis (27/9/2018).

Menurut dia, dukungan itu bisa menggerus elektabilitas Prabowo karena akan menyatukan massa Nahdliyin ke Jokowi. 

Dia menilai, langkah Jokowi menggaet dukungan keluarga Gus Dur adalah manuver politik yang cerdas. 

"Arus dukungan Gus Dur yang selama ini ada dalam anggapan publik karena faktor media dan lebih menguntungkan Pak Prabowo tentu bisa tergerus dengan adanya dukungan terbuka ini," ungkap Surokim Abdussalam

Sedangkan langkah Jokowi merebut dukungan Yenny Wahid dan keluarga Gus Dur ini cerdas dan menjadi usaha yang pantang menyerah.

Bahkan, Surokim memprediksi, dukungan massa Nahdliyin akan solid ke Jokowi. 

"Bagaimanapun jika kekuatan struktural dan kultural NU semakin banyak bergabung ke kubu Jokowi, maka potensi suara dan dukungan warga NU akan semakin solid," tambahnya. 

Sesungguhnya perebutan suara pilpres warga NU ya di NU kultural dan jika tokoh-tokoh kultural NU bisa digaet, itu akan berpengaruh terhadap suara warga NU keseluruhan, pungkasnya. 
 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya