PAN Sebut GNPF ke Timses karena Konsekuensi Ijtimak, Bukan 'Deal' Politik
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi menegaskan, tidak ada deal politik dengan dukungan para ulama yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dan Alumni 212 ke koalisi Prabowo Subianto-Sabdiaga Uno.
Menurutnya, masuknya GNPF dan Alumni 212 ke tim kampanye merupakan konsekuensi dari dukungan forum Ijtimak Ulama ke Prabowo-Sandi.
"Tidak ada deal. Dengan keluarnya Ijtimak Ulama secara otomatis masuk tim pemenangan," ujar Viva di Jakarta, Kamis (20/9/2018).
Viva menjelaskan, ulama GNPF hanya meminta Prabowo-Sandi menjadi pemimpin yang amanah kepada rakyat jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2019 nanti.
PAN pun, kata Viva, menyambut baik jika ulama yang terlibat dalam Ijtimak Ulama II bergabung di tim kampanye Prabowo-Sandi.
"Ini adalah bukti dan fakta bahwa Prabowo-Sandi didukung ulama. Ulama adalah simbol moral dan akhlak bangsa. Harus bertanggung jawab untuk kebaikan dan kemajuan bangsa," ungkapnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
