Mendagri Minta KPU Kosongkan Jadwal Kampanye di Sulteng
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menginstruksikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meniadakan kegiatan kampanye di daerah terdampak gempa. Khususnya di Palu dan Donggala.
"Saya sendiri tupoksi saya pertama saya meminta kepada KPU, khusus untuk Sulawesi Tengah ini sementara tidak ada kampanye dulu," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (1/10/2018).
Menurut Tjahjo hal ini penting agar masyarakat dan pihak-pihak terkait di sana dapat fokus mengatasi bencana gempa dan tsunami kemarin. Kendati begitu Tjahjo menegaskan bahwa bantuan oleh partai politik masih bisa dilakukan.
"Silahkan partai politik kalo mau kampanye bantu sembako," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pesan duka cita melalui sosial media untuk kejadian gempa dan tsunami di Palu dan Donggapa, Sulteng.
Dalam pesannya yang tertuang di video yang diunggah melalui akun @aniyudhoyono, SBY menyarankan agar kegiatan kampanye politik di Sulawesi Tengah dihentikan sementara waktu.
"Dan dalam keadaan seperti ini saya berpendapat dan menyarankan agar sementara waktu paling tidak di Palu, Donggala dan sekitarnya, kegiatan kampanye pemilu dihentikan. Saya kira saat ini menunjukan solidaritas untuk saudara-saudara kita yang saat ini mengalami musibah baik saat tangap darirat maupun fase rehabilitasi," katanya seperti dikutip dari akun @aniyudhoyono, Jakarta, Minggu (30/9/2018).
Dalam kesempatan itu, SBY juga menilai bahwa langkah Presiden Joko Widodo untuk terjun langsung ke daerah Sulteng sangatlah tepat.
"Tindakan presiden Jokowi ke daerah bencana saya kira tepat. Dengan terjun ke daerah bencana beliau akan bisa melihat situasi, mengambil keputusan dan kemudian operasi tanggap darurat berjalan dengan cepat tapi juga efektif," katanya.
Sementara itu, terkait seruannya untuk hentikan sementara waktu kampanye politik, SBY menyontohkan saat terjadi bencana di tengah jadwal kegiatan kampanye politik calon presiden dan calon wakil presiden dulu.
Waktu itu, ujarnya, saat bendungan Situ Gintung jebol, dirinya langsung menghentikan kampanye dan memilih fokus pada bencana itu.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
