Menakar Peluang di Pilkada Kalbar via LSI Denny JA

Default Avatar

Anonymous

Pontianak

23 Juni 2018 19:40 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

Pada segmen gender, pasangan Sutarmidji-Norsan unggul di segmen pemilih laki-laki maupun perempuan.

Di segmen agama, pasangan Sutarmidji-Norsan unggul di segmen pemilih Muslim dengan dukungan sebesar 77,50 persen. Sementara pasangan Karolin-Gidot unggul di segmen pemilih Protestan sebesar 64,50 persen dan segmen pemilih Katolik sebesar 66,70 persen.

Di segmen pemilih pemula atau di bawah 19 tahun, kedua kandidat bersaing ketat, dengan angka dukungan yang sama sebesar 34,40 persen. Namun di segmen usia yang lain, keseluruhan diungguli oleh pasangan Sutarmidji-Norsan.

"Secara teritori, pasangan Sutarmidji-Norsan juga unggul di mayoritas teritori di Kalimantan Barat. Sutarmidji-Norsan Unggul di 6 Dapil, sementara Karolin-Gidot unggul di 2 Dapil. Keunggulan Sutarmidji-Norsan diantaranya di Dapil 1 Kota Pontianak, Dapil 2 Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah, Dapil 4 Sambas, Dapil 6 Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau, Dapil 7 Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Sintang serta Dapil 8 Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang. Sementara pasangan Karolin-Gidot unggul di Dapil 3 Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang, dan Dapil 5 Kabupaten Landak," kata Adjie.

LSI Denny JA juga menemukan ada 3 (tiga) alasan pasangan Sutarmidji-Norsan berpeluang menang.

Pertama, pasangan Sutarmidji-Norsan adalah pasangan yang paling disukai atau paling tinggi tingkat akseptabilitas. 

Kedua, Sutarmidji dipersepsikan sebagai calon gubernur yang paling bersih dari korupsi. Isu korupsi menjadi salah satu isu penting bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Ketiga, resistensi publik terhadap politik dinasti.

"Sebesar 51.0 % publik Kalimantan Barat menyatakan bahwa majunya Karolin Margaret Natasa sebagai gubernur dinilai kurang pantas/tidak pantas sama sekali, karena dianggap sebagai upaya petahana (Cornelis) melanggengkan kekuasaanya melalui keluarga. Dan hanya sebesar 21.5 % yang menyatakan hal itu pantas, karena hak demokrasi Karolin," tambah Adjie.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya