Kwik Kian Gie Gabung ke Prabowo, Fahri: Kubu Jokowi Tak Ada Ekonom Berkelas
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ekonom Kwik Kian Gie bergabung ke kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Politisi PDI Perjuangan itu tidak masuk menjadi tim pemenangan, namun dirinya dilibatkan sebagai penasehat.
Menurut Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, pindahnya Kwik Kian lantaran tak memiliki sepahaman dengan kubu Jokowi tentang ekonomi.
“Aliran pemikiran Kwik yang nasionalis itu bergabung dengan arus besar pemikiran kaum liberal dalam ekonomi, gak mungkin. Dia mau tidak mau, dia pasti dengan Pak Prabowo yang istilahnya itu menganut nasionalisme ekonominya tinggi,” kata Fahri di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (18/9/2018).
Ia menambahkan, kepindahan Kwik ke Prabowo akan berdampak berdampak positif. "Karena dia tidak saja politisi PDIP ya tetapi juga nasionalis ekonomi dan pemegang aliran ekonomi yang penting di Indonesia ini,” kata Fahri.
“Kwik juga punya sekolah bisnis, punya sekolah ekonomi itu membuat tradisi berfikirnya ada dalam lembaga, saya kira itu besar,” tambah politisi PKS itu.
Untuk mencounter masalah ekonomi, kubu Jokowi sudah tak memiliki orang yang mumpuni. Menurutnya, hal ini yang menjadi titik kelemahan.
“Ya itulah saya belum melihat di kubu Pak Jokowi juru bicara yang rada berkelas gitu, jadi dalam bidang ekonomi enggak kelihatan, dalam bidang politik juga tidak kelihatan,” ujar Fahri.
Sementara itu, Politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyebutkan, bergabungnya Kwik Kian Gie ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak dipermasalahkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
"Sebenarnya tidak diacuhkan. Pak Kwik tetap kader kami. Hampir tiap hari kami masih tukar menukar informasi. Tak ada masalah," kata Hendrawan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
