Kepala Daerah Bukan Jaminan Menang dalam Pilpres, tapi...

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

20 September 2018 22:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Mochtar W Oetomo menilai banyaknya kepala daerah yang masuk menjadi Tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Maruf Amin bernilai positif. Mereka bisa menjadi modal untuk menarik dukungan di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. 

"Soal banyaknya kepala daerah yg masuk timses Jokowi di Jatim, secara elektoral kepala daerah jelas memiliki kekuatan mobilisator. Dia bisa memobilisasi elemen elemen yang ada di tengah masyarakat, bahkan mungkin juga memiliki kekuatan mobilisasi dana karena pengaruh politik yang dimilikinya," kata Mochtar pada Kamis (18/9/2018).

Meski demikian, Mochtar menilai, hal itu  bukan jaminan untuk menang di Pilpres mendatang. Pasalnya, kemenangan pasangan calon presiden ditentukan oleh figur yang dicalonkan. 

"Tapi perlu diingat, Pilpres bukanlah pertarungan parpol dan juga bukan pertarungan pejabat publik. Pilpres adalah pertarungan figur di mana kekuatan narasi yang ada pada masingp-masing paslon jauh lebih berpengaruh secara elektoral dibanding kekuatan yg lain," tambahnya. 

Mochtar menambahkan, mobilisasi kepala daerah bukanlah faktor utama yang menentukan kemenangan. Akan tetapi, yang paling utama adalah bagaimana kandidat mengajukan narasi kampanye untuk menarik pemilih. 

"Dalam pilpres kuncinya bukan pada mobilisasi penguasa daerah tetapi lebih pada efektivitas distribusi narasi agar bagaimana secepat dan sekuat mungkin masuk dalam benak pemilih," tambahnya. 

Seperti diketahui, ada 31 kepala daerah di Jawa Timur yang masuk dalam TKD Jokowi-Maruf Amin. Masuknya kepala daerah itu diumumkan dalam rapat perdana TKD di kantor DPD PDIP Jawa Timur kemarin.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya