Karo Ops Sebut Tanggamus dan Lampura Paling Rawan Konflik

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

23 Juni 2018 18:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILISID, Bandarlampung — Kepala Biro Ops Polda Lampung Kombes Yosi Hariyoso menyebutkan Kabupaten Tanggamus dan Lampung Utara (Lampura) paling rawan terjadi konflik dalam pemungutan suara pada 27 Juni.

Menurut Yosi, Polda Lampung akan menerjunkan personelnya untuk mengamankan pencoblosan Pilgub dan Pilbup di dua daerah tersebut. Pengiriman pasukan itu akan dilakukan pada esok hari, Minggu (24/6/2018).

“Besok, pasukan dari Polda Lampung akan dikirimkan untuk tambahan Polres dalam hal pengamanan pilkada gubernur dan wakil gubernur Lampung serta pilkada serentak dua bupati yakni Tanggamus dan Lampung Utara,” katanya saat menghadiri acara ekspose dan media gathering di Hotel Emersia, Bandarlampung, Sabtu (22/6/2018).

Sayangnya, Yosi tidak dapat menyebutkan jumlah personel yang akan dikerahkan ke seluruh kabupaten/kota untuk mengamankan masa tenang dan pemungutan suara. “Yang jelas seluruhnya untuk personel tambahan dari Polda, besok berangkat,” ujarnya.

Yosi mengakui bahwa jumlah personel yang diterjunkan lebih banyak ke Tanggamus dan Lampura.

“Yang paling banyak adalah Lampung Utara dan Tanggamus, itu mungkin yang sedikit rawan. Sebenarnya enggak ada TPS rawan, tapi ya gundul-gundul itu,” sindirnya.

Sementara Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono mengklaim bahwa semua logistik Pilgub telah terpenuhi. Begitu juga logistik di kawasan pedalaman.

“Peluncuran logistik untuk tempat pemungutan suara (TPS) yang lokasinya di pedalaman juga sudah berjalan,” ujarnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya