Kampanyekan Jokowi-Ma'ruf, Mendagri Janji Tak Pakai Fasilitas Negara
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo berjanji tidak akan memanfaatkan fasilitas negara saat mengkampanyekan pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
"Saya jamin saat tugas kampanye tidak membawa atribut fasilitas dan protokol sebagai Mendagri, serta tidak membawa staf Kemendagri. Dan pasti sebelumnya saya mengajukan cuti resmi," ujar Tjahjo dalam pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).
Mantan sekretaris jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu mengatakan, dirinya mampu membedakan tugas sebagai Mendagri dan sebagai juru kampanye. Sehingga, ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir akan ada konflik kepentingan dalam keterlibatannya di tim kampanye Pilpres.
"Saya bisa memilah tugas sebagai jurkam dan tugas saya sebagai Mendagri. Bawaslu, media dan masyarakat pasti ikut mengawasi tugas saya," tegasnya.
Tjahjo pun mengaku tidak terkejut ketika mengetahui namanya masuk dalam susunan Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Jokowi-Ma'ruf yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Menurutnya, pengalamannya sebagai ketua tim sukses pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 membuat dia memiliki tanggung jawab moral untuk kembali mengkampanyekan Jokowi di Pilpres 2019.
"Bagi saya bukan kejutan karena saya pernah sebagai jurkam dan ketua tim sukses Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla. Tanggung jawab moral saya sebagai pribadi harus ikut kampanye untuk Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin," tukasnya.
Selain Mendagri, ada 14 menteri yang namanya masuk dalam tim sukses pasangan capres-cawapres nomor urut 01, yaitu:
- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto
- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
