KPPI Lampung Minta Caleg Perempuan Pede, Ini Alasannya

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

28 November 2018 18:53 WIB
Politika | Rilis ID
Pengurus KPPI Lampung menyampaikan kuliah tamu bertema “Gender dan Politik” di Gedung A FISIP Universitas Lampung, Rabu (28/11/2018). FOTO: HUMAS KPPI Lampung
Rilis ID
Pengurus KPPI Lampung menyampaikan kuliah tamu bertema “Gender dan Politik” di Gedung A FISIP Universitas Lampung, Rabu (28/11/2018). FOTO: HUMAS KPPI Lampung

RILISID, Bandarlampung — Perempuan yang menjadi calon anggota legislatif harus percaya diri (pede) bertarung memperebutkan suara dalam pemilu kelak.

”Keterwakilan tiga puluh persen itu adalah perjuangan. Secara riil agar perempuan bisa benar-benar masuk di parlemen juga perjuangan berat,” ujar Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Lampung, Aprilliati.

Hal itu ia sampaikan dalam Kuliah Tamu ”Gender dan Politik” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung, Rabu (28/11/2018).

Aprilliati berharap mahasiswa dan mahasiswi yang hadir di Kuliah Umum tersebut kelak ada yang dapat menggantikan posisi para politisi sekarang.

Sekretaris KPPI Lampung Nenden Tresnanursari berpendapat politik itu seru.

”Jangan dinafikan perempuan yang menjadi caleg sangat butuh support keluarga. Agak berbeda kalo bapak-bapak yang nyaleg,” cetus Nenden.

Pengajar FISIP Unila Ari Darmastuti juga menegaskan pentingnya keberadaan perempuan dalam parlemen.

”Banyak sekali Undang-Undang dan Perda yang sensitif gender bisa lahir karena adanya perempuan-perempuan di parlemen,” lanjut Ari yang juga anggota Dewan Pakar KPPI Lampung.

Ia mencontohkan Perda Tempat Menyusui, Perda HIV/AIDS, Perda Kota Ramah Anak, dan Perda Pengarusutamaan Gender. Itu semua lahir dari gagasan legislator-legislator perempuan.

Hadir pula dalam kesempatan itu Dewan Pakar KPPI Nirva Diana serta pengurus KPPI Lampung Sri Hidayati dan Detti Febrina. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya