Jastra Lamsel Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud Jadi Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu 2024
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Bertepatan dengan Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dan Tasyakkur Lil-Ikhtitam Kitab Ihya Ulumuddin dan Tafsir Jalalain di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotussolihin Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).
Para ulama, alumni santri, wali santri dan masyarakat melalui Jaringan Santri Sumatera (Jastra) Lamsel, mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan Ganjar-Mahfud, Jumat (27/10/2023).
Pendiri Ponpes Rouddlotussolihin Lamsel, KH. RM. Soleh Bajuri, SHI mengaku sangat berterimakasih atas antusiasme mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2024.
Menurut mantan Ketua PWNU Lampung ini, Pemilu tinggal 111 hari lagi merupakan waktu yang cukup singkat yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024.
"Pesta demokrasi ini harus dilewati dengan hati yang riang gembira dengan tidak merasa khawatir, cemas, ada ancam-ancaman dan intimidasi," kata Abah Sholeh panggilan akrabnya.
Kepada masyarakat, KH Soleh meminta agar memeriksa secara seksama siapa yang akan dipilih menjadi orang yang akan memimpin Republik ini.
Latar belakang, rekam jejak sampai rekam medisnya, semua harus diperiksa. Karena calon Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan memimpin Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
"Ganjar Pranowo memahami betul terkait kebutuhan situasi pembangunan kedepan untuk menjadi Indonesia unggul," ujarnya.
Soleh Badjuri mengakui, Ganjar Pranowo lahir dari rakyat bukan lahir dari keluarga kerajaan ataupun bangsawan. Artinya Ganjar Pranowo menunjukan ada harapan bagi anak-anak yang bukan siapa-siapa tetapi bisa menjadi Presiden
Pengasuh Ponpes Rauddlatussolihin yang juga Ketua Jastra Lamsel M. Yusuf Zakariya mengaku, Jastra setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan siap menjaga keutuhan NKRI.
Jastra Lamsel
deklarasi
ganjar-mahfur
Presiden dan Wakil Presiden
Pemilu 2024
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
