Ikut Kampanye, Gerindra Sarankan Jokowi Tak Bebankan Menteri
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sekjen Partai Gerindra Ahmad Mudzani menyarankan, Capres petahana Joko Widodo tidak melibatkan menterinya dalam urusan Pilpres 2019. Apalagi, mengikutsertakan menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK dalam tim kampanye.
Menurutnya, hal itu akan menambah beban tugas menteri ditengah melaksanakan tugas negara.
"Soal Pilpres itu adalah masalah politik dan tentu saja mestinya seorang menteri itu tidak di bebankan kepada beban-beban politik," ujar Mudzani di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).
Selain itu, kata dia, tugas para menteri Jokowi juga tidak boleh terganggu. Apalagi sampai memanfaatkan jabatanya untuk pemenangan salah satu paslon.
"Kalau Menteri itu kemudian menjadi timses pemenangan dari satu konstestasi presiden seperti sekarang ini, seperti di dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin saya kira tugas Kementrian itu akan terganggu bahkan akan bias dalam kepentingan politik dan itu sesuatu yang pasti," jelas dia.
Untuk itu, Mudzani meminta Menteri Jokowi agar berkonsentrasi penuh terhadap fungsi dan tugas utamanya.
"Supaya yang bersangkutan berkosentrasi kepada tugas yang dibebankan oleh presiden di dalam menjalankan tugasnya untuk membantu presiden didalam pelaksanaan pemerintahan," tukasnya.
Diketahui, ada 15 menteri yang namanya masuk dalam tim sukses pasangan capres-cawapres nomor urut 01, yaitu:
- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo
- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
