Ida Fauziyah Difitnah, PKS Meradang

Default Avatar

Anonymous

Semarang

23 Juni 2018 19:29 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih. FOTO: Twitter
Rilis ID
Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih. FOTO: Twitter

RILISID, Semarang — Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih prihatin atas fitnah yang dialamatkan kepada calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah oleh akun twitter @kakekdetektif. Fitnah terhadap perempuan yang menjadi simbol umat tersebut sebagai tindakan yang tidak bisa dibenarkan.

“Bu Ida Fauziyah, sebagai tokoh Fatayat NU sebagai simbol umat, jangan sampai kemudian Pilkada ini mebgorbankan karakter seseorang, jangan sampai nanti berimbas kepada delegitimasi terhadap pimpinan ormas, seperti Fatayat NU,” kata Fikri di Semarang, Sabtu (23/6/2018).

Fikri juga mendukung laporan ke polisi untuk akun penyebar fitnah tersebut, sebagai bentuk ketegasan terhadap akun-akun di media sosial yang menyebar fitnah yang merugikan.

Fikri menilai cuitan berisi fitnah tersebut sudah mengandung unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.”Kami minta penegak hukum bergerak cepat karena ini jelas ada unsur kampanye hitam," kata anggota DPR tersebut.

Ia juga meminta masyarakat agar lebih cerdas dalam menanggapi yang berkaitan dengan hoaks dan fitnah semacam ini. ”Semua elemen masyarakat Jateng harus bisa menjaga kondusifitas Pilkada ini,” tukasnya seperti dikutip laman PKS.

Sebelumnya diberitakan, calon wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah menilai fitnah melalui media sosial terhadap dirinya dan calon gubernur Sudirman Said dilakukan secara sistematis dan terencana.

Hal tersebut disampaikan Ida menanggapi cuitan fitnah lewat twitter dengan nama akun @kakekdetektif pada beberapa waktu terakhir.”Politik rendah yang bekerja sistematis dan terencana," ujar mantan Ketua Umum Fatayat NU tersebut.

Ia menilai isu yang dicuitkan oleh akun abal-abal itu merupakan yang paling gampang dijual saat pilkada semacam ini. “Ia mengharapkan polisi dapat segera merespons keberadaan akun yang menyebarkan fitnah tersebut.

Sebagai bangsa yang tidak lepas dari peranan Ormas keagamaan sejak era sebelum kemerdekaan, menurut Fikri sudah selayaknya menjaga tatanan dan kondusifitas sosial dilakukan oleh siapapun termasuk oleh pemimpin yg terpilih dari proses demokrasi yg bernama pemilukada.

"Tapi ini malah dihancurkan oleh oknum kejam yang memanfaatkan dalam pilkada ini. Mari kita selamatkan masyrakat kita, mari kita selamatkan NU, Muhamadiyah, PUI, Mathlaul Anwar, Al Khoirot, termasuk ormas perempuannya seperti Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Muslimat Mathlaul Anwar, dan semua ormas yang lain," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya