Gerakan 1:5, Strategi RRN PC Menangkan Jokowi-Ma’ruf
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Setelah Capres petahana Joko Widodo dan Ma'ruf Amin berkampanye di Provinsi Lampung, relawan pun terus bergerak mematangkan strategi pemenangan capres-cawapres ini.
Salah satunya dari Rumah Relawan Nusantara (RRN) The President Center (PC). Mereka bahkan mengklaim akan mampu merebutkan kemenangan di bumi ruwa jurai ini 70 persen suara.
Ketua RRN The President Center Nasional, Jusuf Rizal menjelaskan untuk Lampung pihaknya menargetkan kemenangan diangka 70% suara bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Karena baginya Provinsi yang menjadi pintu gerbang Sumatera ini menjadi salah satu konsentrasi tim pemenangan nasional untuk menaikan elektoral Jokowi-Ma'ruf.
"Setelah Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin datang ke Lampung baru-baru ini, kita para relawan melakukan konsolidasi untuk pemetaan potensi dan masalah, dan menyusun strategi meraih 70% suara pemilih," kata Jusuf Rizal, saat Deklarasi RRN PC Lampung di Kedamaian, Bandarlampung, Kamis (29/11/2018).
Menurutnya, target tersebut sangat realiatis dicapai dengan menggerakan mesin partai koalisi bersama calon anggota legislatifnya serta para relawan Joko Widodo dan Ma'ruf di Provinsi Lampung.
"Para relawan ini akan bergerak menyampaikan capaian-capaian yang telah dilakukan Joko Widodo. Kemudian meluruskan berita-berita yang tidak benar. Kita terus bergerak dimasyarakat," jelas Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) ini.
Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah dengan Gerakan 1:5 (satu lima), yaitu satu relawan mengajak lima pemilih.
"Cara 1-5 ini efektif bila diimplementasikan secara baik untuk gerakan 70% menangkan Joko Widodo - Ma'ruf Amin," ujarnya.
Jusuf mengklaim para caleg dari partai koalisi dan para relawan terus bersinergi dan berkolaborasi. Kemudian juga relawan The President Center banyak kaum perempuan yang tergabung. Maka dari itu pergerakan door to door terus dimaksimalkan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
