Galang Donasi via 'Facebook', Gerindra Bantah karena Kehabisan Dana
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono membantah penggalangan donasi yang dicetuskan Ketua Umum, Prabowo Subianto lantaran sudah kehabisan dana politik untuk maju di Pilpres 2019.
Dia menyebutkan, penggalangan dana perjuangan itu menunjukkan, Partai Gerindra adalah partai milik masyarakat Indonesia, bukan partai seperti perusahaan franchise atau perusahaan terbatas.
"Penggalangan dana perjuangan adalah sebuah bentuk dari komitmen kita berjuang untuk masyarakat. Artinya Gerindra dan seluruh kadernya yang duduk di legislatif dan eksekutif tidak boleh tidak untuk setia melayani masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat," ujar Arief di Jakarta, Jumat (22/6/2018).
Arief menjelaskan, penggalangan dana secara terbuka itu nantinya akan diaudit pengunaannya. Serta, dilaporkan pada masyarakat secara terbuka dan transparan.
"Pengalangan dana untuk parpol atau kandidat kepala daerah atau presiden juga merupakan bagian dari sebuah sistim demokrasi dalam politik," jelasnya.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggalang donasi untuk mendukung perjuangan politiknya dan Gerindra. Penggalangan dana ini dia umumkan lewat akun Facebook resminya, Kamis (21/6/2018) malam.
Prabowo mengatakan, proses demokrasi berbiaya tinggi di Indonesia menyebabkan banyak calon potensial justru kalah dukungan dari calon lain yang memiliki dana besar. Oleh karena itu, Partai Gerindra membutuhkan dukungan dan donasi dari masyarakat pendukungnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
