Esti Diminta Buka-Bukaan, KPU Dituntut Transparan
Anonymous
BANDARLAMPUNG
Namun, jika Esti tetap tidak juga mau buka-bukaan ke publik, dan tidak ada penyelesaian hukum secara fair dan terbuka, maka publik masih melihat ada kompromi politik.
”Kita atau publik berhak curiga ada semacam kompromi politik. Itu jika Esti tidak mau buka-bukaan ke publik. Dan Esti adalah sosok yang dikorbankan,” tegasnya.
Selain itu, terus dia, KPU RI juga harus menjelaskan sosok yang menggantikan Esti Nur Fathonah. Karena, masyarakat juga ingin tahu latar belakang dan rekam jejaknya.
Terlebih, nilai dia, hingga sekarang perangkingan 10 besar KPU Lampung tidak ada transparansinya. Kenapa masuk dalam 10 besar.
”Kemudian, apakah karena ada kaitan dengan ormas tertentu? Atau adanya dugaan suap atau lainnya. Inilah KPU harus membuka secara terang-terangan, agar publik tahu,” pungkasnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
