Didukung GNPF, Kubu Prabowo Bisa Serang Isu Sara ke Jokowi-Ma'ruf?

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

17 September 2018 17:43 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Firman Manan, mengatakan, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap akan kesulitan memainkan isu agama meskipun didukung GNPF melalui Ijtimak Ulama II. 

Menurut Firman, isu agama tak akan efektif diangkat oleh Prabowo-Sandi lantaran ada Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Joko Widodo. 

"Belum tentu efektif karena di kubu seberang terdapat Kiai Maruf Amin yang merupakan Ketum MUI dan tokoh NU," kata Firman kepada rilis.id, Senin (17/9/2018). 

Keberadaan Ma'ruf Amin, ujar Firman, telah merepresentasikan kekuatan Islam bagi kubu Jokowi.  Pasalnya, Ma'ruf merupakan ulama senior yang sangat dihormati dan memiliki basis massa, terutama di kalangan masyarakat NU. 

"Sehingga Prabowo-Sandi tidak bisa mengklaim sebagai satu-satunya pasangan yang merepresentasikan kekuatan Islam," ujarnya. 

Hasil Ijtimak Ulama II, lanjut Firman, juga tak bisa menjadi jaminan untuk menggerakkan umat Islam dalam mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Pasalnya, kedua paslon sama-sama memiliki basis massa umat Islam.

"Tetap sulit dan tidak menjadi jaminan," tandasnya. 

Sebelumnya, Ijtimak Ulama II secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dukungan ini dikukuhkan dalam bentuk pakta integritas yang ditandatangani oleh Prabowo dalam sidang pleno Ijtimak Ulama II yang digelar kemarin, Minggu (16/9/2018).

"Atas nama Prabowo-Sandiaga mengucapkan terima kasih kepada Ijtimak Ulama II dari GNPF Ulama atas kepercayaan yang diberikan kepada kami," ungkap Prabowo dalam konpresnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya