Dari Pengacara Rakyat hingga Diundang Mata Najwa

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

25 Agustus 2018 10:28 WIB
Elektoral | Rilis ID
Wahrul Fauzi Silalahi. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Segan PS
Rilis ID
Wahrul Fauzi Silalahi. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Segan PS

RILISID, Bandarlampung — Wahrul Fauzi Silalahi sudah malang melintang membela hak rakyat atas sengketa lahan melawan perusahaan maupun penguasa.

Advokasi hukum yang ia berikan kepada rakyat miskin itu ternyata membuat sosok Wahrul naik daun. Bahkan label Pengacara Rakyat kini sudah disandangnya.

Kiprahnya sebagai pejuang rakyat miskin melalui bantuan hukum menuai perhatian tim Mata Najwa. Pada Juni 2014, Wahrul yang menjabat Direktur LBH Bandarlampung diundang tampil bersama Mahendradatta (Ketua Tim Pembela Muslim), David Maruhun Tobing, dan Elza Syarief.

“Saya memang diundang untuk menjadi narasumber di program Mata Najwa, dan ini menjadi suatu kehormatan bagi LBH Bandarlampung dan juga masyarakat Lampung,” kata Wahrul saat Rilis Corner, Jumat (24/8/2018).

Dia menceritakan bahwa pada tahun 2014, LBH Bandarlampung menangani 114 perkara rakyat miskin. (Baca juga: Dipimpin Wahrul, NasDem Lamsel Targetkan Tujuh Kursi)

“Mungkin karena kontribusi kita membela hak-hak rakyat miskin itu sehingga diundang mewakili pengacara putih se-Indonesia. Tadinya kita engak nyangka jika kita terpilih mewakili pengacara putih se-Indonesia yang membela hak-hak rakyat miskin," tuturnya.

Meski sudah bergabung dalam partai politik, Wahrul berjanji tetap fokus membela rakyat miskin yang selalu tertindas ketidakadilan hukum.

“LBH rakyat yang kita miliki juga tetap fokus membela masyarakat miskin, Meskipun tidak di LBH Bandarlampung lagi, tapi tagline kita tetap pengacara rakyat, bukan pas mau nyaleg ini aja, tapi jauh sebelumnya kita sudah pengacara rakyat,” ujarnya.

Keterpanggilan untuk tegakkan keadilan hukum di tengah rakyat miskin menjadi tujuan utama Wahrul maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Lampung dari dapil 2 Lampung Selatan dengan nomor urut 2.

“Meski kita ketahui situasi saat ini masih banyak orang yang politik transaksional, namun kita yakin dengan perjuangan yang sudah dilakukan selama ini. Kita masih percaya bahwa rakyat tidak semua transaksional, masih ada yang melihat sosok dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” ungkapnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya