Ciptakan Pilkada Bersih, Panwaslu Gandeng Pelajar Tolak 'Politik Uang'
Sukma Alam
RILISID, — RILIS.ID, Pekalongan— Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu), Pekalongan, Jawa Tengah, menggandeng, pelajar untuk mendeklarasikan gerakan anti politik uang pada pelaksanaan Pilkada serentak 2018 mendatang.
Ketua Panwaslu Pekalongan, Ahmad Dzul Fahm mengatakan, keterlibatan para pelajar dalam menolak politik uang tersebut merupakan wujud menciptakan pemilihan kepala daerah yang kondusif dan demokratis.
"Kami berkeinginan adanya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu, terutama pada generasi muda sebagai pemilih pemula. Kami sengaja merangkul para pelajar untuk memberikan hak suaranya sekaligus melakukan pengawasan pemilu," ujar Dzul di Pekalongan, Selasa (19/12/2017).
Dia mengatakan, praktik politik uang masih menjadi salah satu noda demokrasi atau ancaman pada kegiatan pemilihan umum, sehingga perlu adanya keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan.
"Oleh karena, kami akan melibatkan para pelajar pada pengawasan pemilu sebagai upaya memperbaiki mental masyarakat untuk siap menolak politik uang pada setiap pelaksanaan pesta demokrasi itu," katanya.
Menurut dia, panwaslu telah memberikan pembekalan materi pengawasan pada para pelajar yang nantinya terlibat dalam gerakan anti politik uang tersebut.
"Tugas para pelajar adalah sebagai relawan pengawas pemilu. Kami berharap mereka dapat ikut menyebarluaskan pemahaman pada masyarakat tentang proses pemilu," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
