Bentangkan Kaus #2019GantiPresiden, Begini Penjelasan Sudrajat

Sukma Alam

Sukma Alam

Depok

15 Mei 2018 10:20 WIB
Elektoral | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Depok — Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), mengaku tak bersalah mengucapkan dan membentangkan kaus #2019GantiPresiden dalam debat Pemilihan Gubernur Jawa Barat di Balairiung Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5) malam. Sudrajat menyatakan, hal itu tidak melanggar peraturan pemilu. 

"Itu (kaus #2019GantiPresiden) sejak kita kampanye akbar di Bandung sudah beredar. Bawaslu enggak menegur apa-apa," ujar Sudrajat, Selasa (15/5/2018).

Ia berkeyakinan bahwa kaus tersebut merupakan wujud sikap demokratis dan kebebasan berekspresi setiap masyarakat.

"Kebebasan berekspresi, jadi kita juga harus belajar semuanya bahwa ini suatu kebebasan mengekspresikan. Itu suatu hal yang wajar dalam era demokrasi," tandasnya.

Sebelumnya, Sudrajat dalam debat di Depok memicu emosi pendukung pasangan lain. Pasalnya, ia menyinggung soal ganti presiden.

Sudrajat saat menyampaikan pesan penutup dalam debat, apabila pasangan Asyik (Sudrajat-Syaikhu) memenangi Pilgub Jabar 2018, maka pada 2019 bisa mengganti presiden.

"Asyik menang 2019 kita akan mengganti presiden," ujar Sudrajat di lokasi, Senin (14/5) malam.

Pernyataan Sudrajat tersebut diikuti dengan langkah wakilnya Ahmad Syaikhu yang membentangkan kaos yang bertuliskan "Gubernur 2018 Asyik, 2019 ganti presiden".

Namun apa yang dilakukan pasangan Asyik membuat geram dari pendukung pasangan lain khususnya pendukung TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) yang didukung oleh PDI Perjuangan. Sehingga suasana ruang debat menjadi ricuh.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya